Home: R.I silahkan lanjut Translate bahasa asing Anda Chinese Simplified Korean Japanese Russian English French German Arabic Spain Italian Dutch Portuguese

twitter

Minggu, November 07, 2010

PRATIMA PURA IBU KE DPR BALI

Tepat jam 17.oo Pratima Dewi Sri dan Laksmi dipendak dari Pura Ibu Majapahit Jimbaran untuk di Jejerkan di Wantilan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Bali sebelah Kantor Gubernur gambar atas terlihat dibawa Mahasiswi Jepang dan Delegasi Austarlia memegang Payung bersama Pandita majapahit. Pratima Pura Ibu ini akan di Upacarai, dan Do.a bersama untuk Kerahayuan Jagat Bali,
Tepat jam 18.30 Pratima Dibawa Sayuri dan Mariko Pelajar dari Jepang turun dari Mobil Mersy Hitam Nomor Polisi Surabaya didahului Tarian Barongsai pimpinan Akira Takaki yang diiring Para Pendeta Siwa-Budha dan rombongan tiba dan memasuki Wantilan Gedung DPR, sambutan meriah ketika Pratima yang berusia lebih dari 1000 tahun itu diantaranya terlihat ikut menyambut Ida Pedanda Sebali Tianyar dari Parisada Hindu Darma Indonesia [PHDI, Para Pejabat Daerah Bali dan Para Umat Majapahit dikiri-kanan jalan yang dilalui Pratima dalam tangan posisi [Anjali], Dan Langsung  Pratima dilinggihkan di meja yang telah disediakan.
Begitu Pratima yang dikenal Permaisuri Bhatara Wisnu ini tiba Kerauhan Terjadi Pemangku Yoga, Jero Gede Purnama dari Besakih langsung Menari dalam kondisi Trans / Kapeselang juga Para mahasiswi yang hadir ikut menari hingga membuat Suasana sangat Sakral Pratima Ibu yang dikenal di China sebagai Dewi Kwan Im Sang Penari jadi bila Beliau hadir / Tedun selalu meminjam raga dan Menari dan hal ini sudah biasa sejak Zaman dahulu dimana tiap Odalan Beliau selalu hadir bersama Ancangannya dan Menari,
Pimpinan rombongan GRP Prawira dan Para Pemangku Agama Hindu dan Biksu Budha sibuk memberi Tirta yang Kerauhan agar sadar, Para Biksu dan Biksuni juga sibuk membacakan Do'a., Diteruskan sambutan Pandita Majapahit GRP Prawiradipura tentang Pratima Ibu, diteruskan Sambutan dari DR. Ramesh Sharty dari India juga menjelaskan tentang Pemujaan Dewi Laksmi Yang Istri Bhatara Wisnu dalam bahasa Inggris yang fasih yang mengatakan Pemujaan Ibu adalah Wajib bagi umat Hindu karena tanpa Ibu kita tidak mungkin berada di Dunia ini karena Surga dibawah Telapak Kaki Ibu ini adalah kepercayaan Dunia kata Pria Parlente dan berkumis dan jenggot Rapi ini serta berjubah Mahareshi, diteruskan Sambutan dari Wakil Asram serta Pasraman di Bali yang ikut hadir dalam do'a bersama untuk Dewi Laksmi ini..
Pratima Ibu Dewi Sri dan Laksmi baru saja diupacarai Odalan pada 3/11 dan disineb 6/11 di Pura Ibu Majapahit Jimbaran, Kedua Pratima Dewi Permaisuri Bhatara Wisnu ini juga diikuti Manivestasi Beliau sebagai Dewi Tangan Seribu yang juga ikut serta ke DPR Bali, Untuk Dewi Tangan Seribu sudah sering di Upacarai diluar Pura Ibu, antara lain ikut Upacara "MADEWA SRAYA" di Pura Bali Mula Tuluk Biyu desa Batur Bangli, Pura Dalem Mengui, Pura Durga Kutri Mahendradata Blahbatuh dll. Bahkan ketika Bali Kekeringan 2008 Pratima ini dikeluarkan untuk di Upacarai di Universitas Mahendradata Langsung Bali diguyur Hujan, Juga ketika Bali sedang Kebanjiran Agustus 2010 Pratima ini dikirap keliling kota Denpasar ternyata langsung Hujan berhenti, Kini Pratima Dewi Tangan Seribu ini di Upacarai di Gedung Wantilan DPR Bali Sebuah tempat sangat Terhormat dimana Wakil Rakyat duduk mengatur Jagat Bali sedang secara Niskala Leluhur juga ikut mengatur melalui Sepiritualis yang dipercaya Anggota DPR untuk mengawasi ulah para keturunannya yang terpilih dan terhormat..
Wantilan Gedung Wakil Rakyat ini penuh sesak dengan Pengunjung yang terdiri dari Suku Ras dan Agama [SARA] untuk Berdo'a dihari Dewi Laksmi yang kebetulan Umat Hindu se Dunia merayakan hari Kelahiran Permaisuri Bhatara Wisnu ini. Disamping Laksmi juga Dewi Sri dikenal juga Permaisuri Bhatara Wisnu, Hingga Pratima Pendiri Majapahit Sri Kerta Rajasa Jaya Wisnu Wardhana yang dianggap Dewa Wisnu yang ditemukan di Candi Simping Blitar menggambarkan Dewa Wisnu Hara Hari diapit kedua Permaisurinya Dewi Sri dan Dewi Laksmi yang terbuat dari batu Megalit dan sempat bermukim di Musium Leden Belanda dan belakangan dikembalikan dan kini berada di Musium Gajah Jakarta, dan Pura Majapahit memiliki Pratima Bhatara Wisnu manivestasi Raja Majapahit ini yang terbuat dari Emas Pancadatu tapi kecil tidak sebesar Pratima yang dari Batu Hitam di Musium Jakarta tapi sayangnya para Pengunjung jarang yang tahu Hara Hari karena minimnya pengetahuan tentang Leluhurnya sendiri..

Pratima Hara Hari Manivestasi Pendiri Majapahit disebut Bhatara Kawitan Majapahit, Sedangkan Kawitan Bhatara Majaphit adalah Prabu Airlangga Raja Jawa Bali berupa Wisnu Naik Garuda [GWK] yang baru saja Upacara Odalan pada Purnama kelima di Pura Majapahit Garuda Wisnu Kencana [GWK] 22/10 yang lalu. Demikianlah Upacara untuk Para Leluhur Purusa dan Predana baru saja selesai diadakan oleh Pura Ibu Majapahit Jimbaran Bali juga di Pura Majapahit Pusat GWK Ungasan Bali.

Wedhus Gembel Merapi membentuk lukisan (doc.detik.com)
Demikianlah Upacara untuk Leluhur Dewi Laksmi ini agar Bali tetap Aman sentosa dimana diluar Bali Kutuk Sabdopalon sedang melanda sesuai apa yang telah tertulis dan menjadi Kidung yang sedang ngetren di Bali, karena benar dan Terbukti dan sudah dibahas di Dewata TV 3/11 dimana Para Ahli tidak bisa memprediksi Bencana tapi Sabdopalon yang hidup Zaman majapahit dan belum ada Universitas malah bisa memprediksi dengan Akurat juga Prabu Jayabaya bisa membuat Jangka Tanah Jawa dengan jelas. Pembahasan Sabdopalaon di Dewata TV bertepatan dengan Odalan di Pura Ibu Majapahit Jimbaran RCTI juga membahas Gunung Merapi dimana keluar Awan gambar Petruk [foto atas] sebelum Meletus dan Pakar Telematika Roi Suryo bahkan juga percaya adanya Semar dan  Permadi SH yang anggota DPR pusat juga percaya tentang Semar / Sabdopalon. sedang BMG membahas secara Ilmiah hanya Partikel Awan yang berbentuk Petruk karena Takdir Allah anginnya nakal membentuk Petruk jadi pembahasan yang adil Ilmiah dan Gaib yang lucu Pakar Ilmiahpun percaya Gaib . Mengenai Warning Sabdopalon temtu ada Pendukungnya dan ada yang kurang Percaya akibat Otaknya terlalu non Ilmiah dan ke Agama , Hanya Roi Suryo yang kebetulan Orang Jogja lahir dilingkungan Adat Jawa percaya Semar / Sabdopalon, Kemoderenan kadang tidak bisa menghapus Adat Kuno yang mengakar di Otak Pedesaan biarpun sudah dididik Agama biarpun fiktif tapi kitabnya menang diakui Mentri Agama. Kecanggihan berpikir kadang harus tunduk dokma wahyu yang hanya boleh diterima Muhammad, Bangsa kita belum boleh terima wahyu. Sabdopalon hanya wahyu leluhur bukan Allah katanya, Merapi sering meletus, Tapi yang sekarang benar benar meletus, dulu hanya batuk saja. Wahyu kecil sebelum Dunia ditemukan bulat, jadi wahyu untuk Bangsa yang sekarang terpuruk karena mengejar wahyu besar dari negri seberang. jadi marilah dari kecil / bayi dulu baru besar.
Demikianlah Acara Do'a bersama mengupacarai Leluhur Dewi Laksmi pada pukul 22 selasai dan kembali Pratima Dewi Sri dan Laksmi dibawa Mariko Pelajar Sekolah Menengah dari Jepang, sedang Prataima Dewi Tangan Seribu dibawa Sayuri yang juga Mahasiswi dari Jepang dimana adat Jepang sangat percaya Leluhur Ibu dimana di Era Moderen ini Jepang masih percaya bahwa Kaisar / Raja Teno Haika adalah Putra Matahari / Amaterasu, dan Jepang ternyata paling maju dan ber Otak Briliant, Pratima yang dibawa Gadis Jepang ini kemudian dengan menggunakan Mercy Hitam yang disopiri Gusti Surya Sudaji kembali menuju Pura Ibu dengan didahului Mobil Kawal dan diiringi mobil Para Pandita, Mangku, Biksu dan Para Sepiritualis berbagai ISME serta Mahasiswa Mahasiswi, Teruna Teruni Bali, dan Para Semeton, Penyungsung, Pengempon, Simpatisan, Pencinta dan Pendukung Majapahit menuju Setana Beliau di Puri Surya Majapahit Jimbaran dimana didalam Puri ada Setana / Candi Ibu.

Begitu tiba di Candi Ibu diadakan Upacara Do'a bersama dan Serah Terima Pratima dan Pandita Majapahit menerima kembali Pratima mengambil dari Kepala Gadis Jepang yang membawanya dan dilinggihkan kembali seperti  Foto atas, dimana kembali banjir Kerauhan, Para Mahasiswi dan beberapa Mangku Istri kembali Menari, dan ada yang jatuh terkulai dan diberi Tirta agar sadar, Pratima ditempatkan di Tempat semula, dan diadakan Pakemitan semalam suntuk untuk menghormati Hari Dewi Laksmi,
Semoga Bali tetap mendapat Kerahayuan dan Kerahajengan dengan adanya Upacara di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat [DPR] Bali ini, SEMOGA. (Foto atas dan samping memakai baju barong adalah Kapten Elang dari Kasatryan Angkatan Udara yang sekarang bertugas di Yogyakarta mengabdi pada negara sebagai Pembela PANCASILA berpegang dengan Sumpah Prajurit Sapta Marga dan Janji Prajurit datang ke leluhur di Pura Ibu Majapahit Bali dan beragama Islam Kakeknya berasal dari Sumenep-Madura tempat tinggalnya sekarang di Jember,   Pake Kerudung adalah Ita masih tercatat sebagai MAHASISWI UGM Yogjakarta bersama-sama hadir untuk menghaturkan bakti ke leluhur  bahkan bangga bisa berfoto katanya bersama Stana Leluhur dan berbaju putih adalah Edwin sahabatnya dari Bali...Inilah SARA berkumpul, bersatu di Majapahit bahkan mau menyumbang untuk Pura Ibu Majapahit tapi diarahkan saja supaya sumbangan itu diberikan ke korban Merapi atau Mentawai juga Wasior) Dokumen 2010.bisa dicek dan ditelusuri kebenarannya.

Ya inilah Kenyataan Tentang leluhur Majapahit yang keberadaannya di Tempatnya sendiri yaitu Trowulan malah dilarang Ritual oleh Camat, bahkan sempat dibom dan di Serbu Imam Karyono yang didukung Anggota DPR Mojokerto [1999-2004] KH Nurhadi yang mengatas namakan Islam dan bagi Islam yang baik agar mengerti Tulisan Sejarah ini tidak malah antipati membela mentang mentang seiman dan se Agama padahal Tuhan dengan adanya Agama yang dibentuk manusia bahkan hanya di Indonesia ada Agama Resmi dan tidak resmi sebab yang diakui hanya Lima sebenarnya tidak mengajarkan Kebrutalan dan selalu dikambing hitamkan Oknum padahal kalau Islam diakui Oknum dan Brutal lainnya diam dan Menyalahkan Brahmaraja dan tak ada yang membela setelah Beliau Sukses masih saja ada Orang tidak senang, bukan mencari Solusi mengeritik yang Islam Brutal tapi menyalahkan Pendukung Beliau yang mengungkap Sejarah dan menuduh Dendam, Emosi, Tendensius dll coba renungkan kalau anda yang jadi Brahmaraja, jangan jangan Frustasi cari Cewek Cantik dan menghilang seperti kasus Makam Priuk begitu Brutalnya Umat membela bahkan sampai Satpol PP terbunuh tidak ada umat islam lain yang mengaku tidak brutal komentar lagi Saptodarmo di Jogja dihancurkan atas nama islam tapi semua diam juga karena seiman dan seagama, menghadapi ini Brahmaraja tetap diam sabar ngalah tingalah, setelah banyak pertanyaan sebabnya di Bali maka Pendukungnya membuka Sejarah Penutupan malah banyak kritik mendiskreditkan islam padahal peristiwa itu nyata, Tapi Beliau tidak "Colong Playu" dan Beliau tetap membuktikan ke Besaran Jiwa nya dan tetap Madep Mantep Tetep kepada leluhurnya, tapi Beliau pernah berkata sangat memaklumi hingga DANDIM Kadhiri Letkol Edi terenyuh dalam dialog Budaya Pemersatu Bangsa di Kadhiri tahun 2002 " Yaaah, Kalau Beliau selalu memaklumi kan repooot" kata Sang Komandan Komando Daerah Militer Kadhiri ini yang juga akhirnya memaklumi juga watak Brahmaraja yang Jujur Sabar Narimo itu, jadi marilah kita berkata BENAR kalau memang BENAR, kini setelah di Undang ke Bali malah Leluhur Majapahit bisa masuk DPR, jadi apakah beda DPR di Bali dan di Mojokerto ? 2001 ditutup oleh Oknum DPR 2010 Masuk DPR, Pelajaran berharga Hyang Brahmaraja XI yang di tutup di Trowulan dan Beliau tetap menjaga leluhurnya agar bisa di Upacarai dan bisa mengayomi para Keturunannya yang percaya dan sudah terbukti Para Keturunan yang percaya mengalami Kesuksesan sesuai Kata Allah untuk menghormati Orang Tua di Sepuluh Hukum Allah agar mendapat Surga / Hidup enak di Dunia ini serta selalu memuja leluhur, dan Mendapat Surga / Mokswa di Alam Nirwana / Kadewatan untuk Mengayomi Anak Cucu agar Selamat di Dunia dan Alam Kadewatan lalu dikatakan juga disamping dapat Surga diteruskan Usia yang Panjang, dimana terbukti Brahmaraja tidak pernah sakit dan panjang umur karena membela Leluhur / Orang Tua, Sebuah Kepercayaan dan Adat leluhur sendiri dan banyak dianut Negara lain seperti China, Jepang, Thailand dll dan juga seluruh Dunia yang percaya asal usul dari leluhur. Jadi terbuktilah Brahmaraja XI menyatukan SARA dengan leluhurnya dimana biarpun disalahkan Agama tetap Beliau berjuang tanpa pamrih dengan tema "Budaya Pemersatu Bangsa" sejak beliau ditutup dan di Undang keluyuran tapi kini Pura majapahit malah berdiri di Bali dan masuk DPR dihadiri SARA termasuk Delegasi Mancanegara, Semoga Brahmaraja XI dipayungi leluhurnya dan tetap berjuang tanpa tergoda apapun. Dan tetap menjadi Berita Kasunyatan / Nyata / Sahih / Ilmiah dan tak terbantahkan dalam Sejarah nantinya yang jujur tanpa Rekayasa. SELAMAT BERJUANG !!!!!

[Reporter Independen Majapahit]
Ingin Partisipasi Komentar